Senin, 07 Oktober 2013

KLONING PADA MANUSIA

Kloning Pada Manusia
Para ahli telah membuktikan keberhasilan cloning pada tanaman dan hewan, menurut berbagai laporan, hal tersebut sudah lama dipraktikkan. Teknologi pada hewan mulai mencuat pada awal Maret 1997, ketika Ian Wilmut dari Roslin Institute (Skotlandia) berhasil meng-cloning sel kambing dewasa sehingga lahirlah Dolly (Februari 1997), dan dari laboratorium yang sama kemudian dilahirkan domba lain yang diberi nama Polly (Juli 1997). Dilihat dari tujuannya, cloning pada tanaman dan hewan adalah untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan, meningkatkan produktivitas, dan mencari obat alami bagi penyakit-penyakit kronis, menggantikan obat-obatan kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia.
Hingga kini belum ada laporan resmi tentang keberhasilan mengclon individu manusia, sebabnya, antara lain karena terhambat adanya batasan boleh dan tidaknya menurut etika, agama, dan norma yang lain, tetapi secara teoritis mungkin dapat dilakukan, namun demikian hasilnya jika benar-benar dilakukan apakah seperti yang dikehendaki, masih menjadi tanda tanya. Sungguhpun dari sisi teknologi diakui sulit dan memerlukan dana besar untuk mewujudkannya, sejak tahun 1998 sejumlah eksperimen mengklon manusia telah dilakukan oleh dokter-dokter di berbagai negara, bahkan banyak kalangan yang mengklaim diri telah berhasil melakukannya, bayi hasil cloning siap dan bahkan telah lahir. Namun, kebenaran isu tersebut belum dapat dibuktikan, yang dinyatakan justru kegagalannya. Pada umumnya para ilmuwan menanggapi berita itu hanyalah sebuah sensasi, sebagai isapan jempol belaka. Bahkan, Harry Griffin, ketua Lembaga Skotlandia Roslin yang telah berhasil melahirkan domba cloning pertama, Dolly pada tahun 1997, mengomentari bahwa berita bayi cloning ini hanyalah trik publisitas saja.
Dari segi teknis dan manfaatnya, cloning dibedakan atas tiga jenis, cloning embrio, cloning biomedik (terapetik), dan cloning reproduksi. Cloning embrio betujuan membuat kembar dua, tiga, dan seterusnya dari sebuah zigot. Cloning biomedik (terapetik) bertujuan untuk keperluan penelitian pengobatan penyakit yang hingga kini sulit disembuhkan, seperti Alzheimer, Parkinson, DM (Diabetes Mellitus), Infrak Jantung, Kanker darah, stroke, dan sebagainya.
Tujuan dilakukannya cloning reproduksi adalah untuk mendapatkan anak klon dari orang yang diklon, memproduksi sejumlah individu yang secara genetik identik. Metodenya, dapat dilakukan melalui proses seksual dengan fertilisasi in vitro dan aseksual dengan menggunakan sel somatis sebagai sumber gen. Pada cloning seksual, secara teknis langkah awal yang dilakukan adalah fertilisasi in vitro. Setelah embrio terbentuk dan berkembang mencapai empat sampai delapan sel segera dilakukan splitting (pemotongan dengan teknik mikromanipulasi) menjadi dua atau empat bagian. Bagian-bagian embrio ini dapat ditumbuhkan kembali dalam inkubator hingga berkembang menjadi embrio normal yang memiliki genetik sama. Setelah mencapai fase blastosis, embrio tersebut ditransfer kembali ke dalam rahim ibu sampai umur sembilan bulan. Berbeda dengan cloning seksual, pada cloning aseksual fertilisasi tidak dilakukan menggunakan sperma, melainkan hanya sebuah sel telur terfertilisasi semu yang dikeluarkan pronukleusnya dan sel somatis. Karenanya, bila pada cloning seksual genetik anak berasal dari kedua orang tuanya, maka pada cloning aseksual genetik anak sama dengan genetik penyumbang sel somatis.


                                                                 Gambar : Kloning Manusia
Proses kloning manusia dapat digambarkan seperti diatas dan dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :
ü  Mempersiapkan sel stem : suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai sel tubuh. Sel ini diambil dari manusia yang hendak dikloning.
ü  Sel stem diambil inti sel yang mengandung informasi genetic kemudian dipisahkan dari sel.
ü  Mempersiapkan sel telur : suatu sel yang diambil dari sukarelawan perempuan kemudian intinya dipisahkan.
ü  Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur
ü  Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan. Setelah membelah (hari kedua) menjadi sel embrio.
ü  Sel embrio yang terus membelah (disebut blastosis) mulai memisahkan diri (hari ke lima) dan siap diimplantasikan ke dalam rahim.
ü  Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik persis sama dengan sel stem donor.
ü   Dari pengertian kloning dan prosesnya di atas yang menghasilkan individu baru dan mempunyai sifat genetik yang “identik” (sama). Sifat “identik” inilah yang akan coba dibahas dalam koridor ruang – waktu proses kloning.


Salah satu contoh manusia yang berhasil di cloning
Enam tahun setelah kelahiran domba Dolly, di tengah perdebatan boleh tidaknya kloning dilakukan, Clonaid-sebuah perusahaan kloning berbasis di Bahama- mengklaim keberhasilannya mengkloning manusia.
Dalam konferensi pers hari Jumat (27/12) di Hollywood, Florida, Direktur Ilmu Pengetahuan Clonaid Brigitte Boisselier menyatakan, bayi hasil kloning itu lahir lewat operasi caesar pukul 11.55 hari Kamis di tempat yang dirahasiakan. Bayi berberat sekitar 3.500 gram berjenis kelamin perempuan yang diberi sebutan Eve itu, kini dalam kondisi sehat. Bayi itu merupakan kloning dari seorang wanita Amerika Serikat (AS) berusia 31 tahun yang pasangannya infertil. Eve, Kini Berusia 5 Tahun dan kini mulai menginjak pendidikan Taman Kanak Kanak di pinggiran kota Bahama. Era manusia super mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok manusia-manusia super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal sekelas Carl Lewis atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia super itu bakalan tetap lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang beda hanya generasinya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah menghilangkan ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun bisa diduplikasi.
Klaim Clonaid, perusahaan Bioteknologi di Bahama, yang sukses menghasilkan manusia kloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve, 26 Desember 2002 lalu makin mendekatkan pada impian tersebut. Walaupun ini masih sebuah awal. Clonaid adalah sebuah perusahaan yang didirikan sekte keagamaan Raelians tahun 1997. Mereka mempercayai kehidupan di bumi diciptakan mahluk angkasa luar melalui rekayasa genetika. Eve merupakan bayi pertama yang lahir dari 10 implantasi yang dilakukan Clonaid tahun 2002. Dari 10 implan, lima gagal. Empat bayi kloning lainnya akan dilahirkan tahun ini, bahkan bayi kloning kedua akan lahir minggu ini. Clonaid berencana mengimplantasi 20 klon manusia Januari ini. Pada saat bersamaan, para ahli independen akan diundang untuk melihat prosesnya sehingga bisa menyaksikan bagaimana contoh kloning, pertumbuhan embryo dan implantansinya. Soal kekhawatiran banyak pihak tentang ketidaksempurnaan hasil kloning pada binatang yang dijadikan model pada kloning manusia, Broisselier menandaskan, kedua prosedur itu tidak bisa dibandingkan.
Masalah yang timbul pada kloning binatang merupakan hasil dari prosedur khusus yang digunakan ilmuwan untuk mereproduksi binatang. Jadi bukan pada proses kloningnya. Kelahiran Eve merupakan sebuah kejutan. Sebelumnya para ilmuwan bersiap menerima kelahiran bayi kloning pertama ‘karya’ dokter ahli kesuburan Italia, Dr. Severino Antinori, awal Januari 2003.
Menurut Antinori saat ini ada dua wanita lain yang juga sedang mengandung bayi hasil kloning, dengan usia kandungan 27 dan 28 minggu. Namun ia menolak bertanggungjawab atas proses pengklonan terhadap kedua wanita tersebut, walaupun ia bertindak sebagai penasehat. Antinori adalah ahli kesuburan yang piawai. Ia telah mendeklarasikan keberhasilannya mengklon babi dan primata dan berhasil menerobos prosedur fertilitas konvensional dengan membuat seorang wanita hamil pada usia 62 tahun pada 1994. Kebanyakan ilmuwan setuju, reproduksi manusia dengan cara kloning memang memungkinkan. Namun mereka menekankan, eksperimen seperti itu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tingginya resiko kematian dan gangguan pasca kelahiran. Ilmuwan Roslin’s Institute, Ian Wilmut yang berperan dalam kelahiran Dolly menegaskan, kloning pada manusia amat mengejutkan karena jumlah kegagalan yang tinggi dan kematian pada bayi yang baru lahir.
Persepsi Dunia Mengenai Kloning Manusia
Para penderita penyakit degeneratif otak seperti selebritis Michael J Fox, yang menderita parkinson, sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Amerika untuk pengembangan teknologi ini. Namun, semua kesulitan teknis dalam kloning reproduksi akan segera hilang begitu kloning terapi sudah dikuasai dengan sempurna. Sekali mendapatkan embrio hasil kloning terapi, kloning manusia pun terjadi hanya dengan mencangkokkan embrio itu kepada rahim seorang perempuan.
Itu sebabnya negara-negara maju sangat berhati-hati memberikan izin kloning terapi. Inggris, sebagai tempat lahirnya teknologi kloning reproduksi adalah negara pertama yang memberikan izin kloning terapi dengan syarat: embrio berusia 14 hari harus dimusnahkan. Begitu pula Jepang yang baru menyusul kemudian. Tapi Amerika Serikat dengan dukungan kuat dari lembaga-lembaga agama masih melarang total segala jenis kloning .

Ketika masalah kloning dibahas di PBB, Indonesia merupakan salah satu dari 37 negara yang abstain dalam pemungutan suara atas draf deklarasi Majelis Umum PBB pada 8 Maret 2005, yang berisi seruan larangan bagi semua bentuk kloning manusia, termasuk kloning untuk keperluan medis. Sebanyak 84 negara mendukung deklarasi tersebut, sedangkan 34 negara menentang. Alasan Indonesia untuk bersikap abstain adalah karena masalah kloning tidak dapat diputuskan dengan cara pemungutan suara. Harus dilakukan musyawarah dengan memandang berbagai latar belakang dan sudut pandang, termasuk agama .

Keuntungan Kloning Manusia
1.) Memproduksi Organ Tubuh untuk Transplantasi.
Sampai sekarang ini, masalah transplantasi organ masih kurang. Banyak orang yang sebenarnya organnya harus diganti tapi karena kekurangan donor, maka terpaksa harus menunggu bahkan banyak diantara mereka meninggal di dalam penantian. Misalnya, jenis penyakit leukimia tetentu hanya bisa disembuhkan secara total dengan cangkok sumsum tulang belakang, banyak diantara mereka yang meninggal di dalam penantian meskipun ada orang yang mau mendonorkan belum tentu cocok bila dicangkokkan kerena ada reaksi negatif penolakan dari tubuhnya.
Kloning dipandang sebagai salah satu alternatif yang memungkinkan untuk mensuplai organ tubuh. Pada mulanya teknik ini terutama dipikirkan bagi seorang anak/bayi yang memerlukan transplantasi supaya bisa hidup. 0rang tua bisa mengklon dirinya dengan harapan bahwa anak hasil kloning ini secara genetis tidak jauh berbeda dengan anak yang sakit itu dan dengan demikian anak yang hasil kloning ini bisa mendonorkan bagian tubuhnya untuk menyelamatkan anak yang sakit itu.

2.) Menghindarkan Penyakit
Ada banyak sekali penyakit keturunan yang diturunkan dari orang tua ke anak yang disebabkan oleh abnormalitas gen yang ada di dalam sel orang tuanya. Masalah penyakit keturunan abormalitas gen dalam mitokondria ini bisa dipecahkan dengan kloning, yakni dengan membuang mitokondria dari sel telur yang abnormalitas gen itu dan memasukkan nukleusnya ke dalam sel telur yang sehat, mitokondrianya lalu dikembangkan dalam medium sebelum akhirnya diimplitasikan ke dalam rahim .

3.) Menciptakan Manusia Unggul
Banyak orang menginginkan generasi setelahnya lebih baik dari dirinya. Para pendukung kloning juga mencita-citakan untuk menciptakan manusia atau ras unggul untuk memperbaiki ras manusia sekarang. Mereka ingin mengklon manusia seperti Einstein, Newton, Aristoteeles, serta pemenang nobel lainnya. Dunia akan menjadi semakin cepat maju dan berkembang seandainya ada banyak orang jenius yang mengabdikan diri untuk perkembangan IPTEK. Menunggu kelahiran manusia unggul macam ini dengan cara natural belum tentu seratus tahun ada satu kali, padahal dengan kloning diperkirakan bahwa orang jenius itu bisa diproduksi secara masal. Dengan cara ini kita tidak akan pernah lagi kekurangan orang-orang jenius yang inovatif dan selalu menemukan sesuatu untuk perkembangan manusia.

4.) Menyediakan Bahan Riset
Dengan adanya kloning, bisa disediakan suplai bahan riset yang mencukupi. Hal ini karena sel orang yang diambil untuk dikloning sangat mudah tanpa orang itu merasa kehilangan. Serta dengan adanya persamaan identitas biologi akan mempermudah melaksanakan analisis dan koreksi genetika sehingga manusia yang akan lahir sehat dan bebas dari penyakit keturunan.

5.) Bisnis
Kloning merupakan bidang usaha yang menjanjikan laba yang sangat besar, karena beberapa kelebihannya. Namun, karena belum adanya prospek bisnis dan izin yang jelas untuk saat ini, maka minat investor untuk menanamkan modalnya masih belum banyak.

6.) Immortalitas dalam Genetis Kloning bukanlah berarti keabadian terhadap keseluruh tubuh, namun yang sama hanyalah sejauh hal-hal yang bersifat genetis. Pribadi manusia sendiri merupakan percampuran dari faktor-faktor internal dan eksternal. Jadi pikiran dalam otak dan perasaan dalam hati manusia selalu tidak akan pernah sama.


7.) Memecahkan Masalah Reproduksi
Kloning akan mampu melaksanakan emansipasi bagi kaum wanita karena wanita mampu menghasilkan generasi penerusnya tanpa pengaruh dari kaum laki-laki, sedangkan laki-laki tidak akan mampu tanpa bantuan perempuan disebabkan laki-laki tidak memiliki rahim untuk perkembangan embrio. Hal ini pun sangat membantu bagi pasangan homo (guy dan lesbian) untuk memperoleh keturunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar