Kloning
Pada Manusia
Para ahli telah membuktikan keberhasilan cloning
pada tanaman dan hewan, menurut berbagai laporan, hal tersebut sudah lama
dipraktikkan. Teknologi pada hewan mulai mencuat pada awal Maret 1997, ketika
Ian Wilmut dari Roslin Institute (Skotlandia) berhasil meng-cloning sel kambing
dewasa sehingga lahirlah Dolly (Februari 1997), dan dari laboratorium yang sama
kemudian dilahirkan domba lain yang diberi nama Polly (Juli 1997). Dilihat dari
tujuannya, cloning pada tanaman dan hewan adalah untuk memperbaiki kualitas
tanaman dan hewan, meningkatkan produktivitas, dan mencari obat alami bagi
penyakit-penyakit kronis, menggantikan obat-obatan kimiawi yang dapat
menimbulkan efek samping terhadap kesehatan manusia.
Hingga kini belum ada laporan resmi tentang
keberhasilan mengclon individu manusia, sebabnya, antara lain karena terhambat
adanya batasan boleh dan tidaknya menurut etika, agama, dan norma yang lain,
tetapi secara teoritis mungkin dapat dilakukan, namun demikian hasilnya jika
benar-benar dilakukan apakah seperti yang dikehendaki, masih menjadi tanda
tanya. Sungguhpun dari sisi teknologi diakui sulit dan memerlukan dana besar
untuk mewujudkannya, sejak tahun 1998 sejumlah eksperimen mengklon manusia
telah dilakukan oleh dokter-dokter di berbagai negara, bahkan banyak kalangan
yang mengklaim diri telah berhasil melakukannya, bayi hasil cloning siap dan
bahkan telah lahir. Namun, kebenaran isu tersebut belum dapat dibuktikan, yang
dinyatakan justru kegagalannya. Pada umumnya para ilmuwan menanggapi berita itu
hanyalah sebuah sensasi, sebagai isapan jempol belaka. Bahkan, Harry Griffin,
ketua Lembaga Skotlandia Roslin yang telah berhasil melahirkan domba cloning
pertama, Dolly pada tahun 1997, mengomentari bahwa berita bayi cloning ini hanyalah
trik publisitas saja.
Dari segi teknis dan manfaatnya, cloning dibedakan
atas tiga jenis, cloning embrio, cloning biomedik (terapetik), dan cloning
reproduksi. Cloning embrio betujuan membuat kembar dua, tiga, dan seterusnya
dari sebuah zigot. Cloning biomedik (terapetik) bertujuan untuk keperluan
penelitian pengobatan penyakit yang hingga kini sulit disembuhkan, seperti Alzheimer,
Parkinson, DM (Diabetes Mellitus), Infrak Jantung, Kanker darah, stroke, dan
sebagainya.
Tujuan dilakukannya cloning reproduksi adalah untuk
mendapatkan anak klon dari orang yang diklon, memproduksi sejumlah individu
yang secara genetik identik. Metodenya, dapat dilakukan melalui proses seksual
dengan fertilisasi in vitro dan aseksual dengan menggunakan sel somatis sebagai
sumber gen. Pada cloning seksual, secara teknis langkah awal yang dilakukan
adalah fertilisasi in vitro. Setelah embrio terbentuk dan berkembang mencapai
empat sampai delapan sel segera dilakukan splitting (pemotongan dengan teknik
mikromanipulasi) menjadi dua atau empat bagian. Bagian-bagian embrio ini dapat
ditumbuhkan kembali dalam inkubator hingga berkembang menjadi embrio normal
yang memiliki genetik sama. Setelah mencapai fase blastosis, embrio tersebut
ditransfer kembali ke dalam rahim ibu sampai umur sembilan bulan. Berbeda
dengan cloning seksual, pada cloning aseksual fertilisasi tidak dilakukan
menggunakan sperma, melainkan hanya sebuah sel telur terfertilisasi semu yang
dikeluarkan pronukleusnya dan sel somatis. Karenanya, bila pada cloning seksual
genetik anak berasal dari kedua orang tuanya, maka pada cloning aseksual
genetik anak sama dengan genetik penyumbang sel somatis.
Gambar : Kloning Manusia
Proses kloning manusia dapat
digambarkan seperti diatas dan dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :
ü Mempersiapkan sel stem : suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi
berbagai sel tubuh. Sel ini diambil dari manusia yang hendak dikloning.
ü Sel stem diambil inti sel yang mengandung informasi genetic kemudian
dipisahkan dari sel.
ü Mempersiapkan sel telur : suatu sel yang diambil dari sukarelawan
perempuan kemudian intinya dipisahkan.
ü Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur
ü Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan. Setelah
membelah (hari kedua) menjadi sel embrio.
ü Sel embrio yang terus membelah (disebut blastosis) mulai memisahkan
diri (hari ke lima) dan siap diimplantasikan ke dalam rahim.
ü Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik persis
sama dengan sel stem donor.
ü Dari pengertian kloning dan
prosesnya di atas yang menghasilkan individu baru dan mempunyai sifat genetik
yang “identik” (sama). Sifat “identik” inilah yang akan coba dibahas dalam
koridor ruang – waktu proses kloning.
Salah satu contoh manusia yang berhasil di cloning
Enam tahun setelah kelahiran domba Dolly, di tengah
perdebatan boleh tidaknya kloning dilakukan, Clonaid-sebuah perusahaan kloning
berbasis di Bahama- mengklaim keberhasilannya mengkloning manusia.
Dalam konferensi pers hari Jumat (27/12) di
Hollywood, Florida, Direktur Ilmu Pengetahuan Clonaid Brigitte Boisselier menyatakan,
bayi hasil kloning itu lahir lewat operasi caesar pukul 11.55 hari Kamis di
tempat yang dirahasiakan. Bayi berberat sekitar 3.500 gram berjenis kelamin
perempuan yang diberi sebutan Eve itu, kini dalam kondisi sehat. Bayi itu
merupakan kloning dari seorang wanita Amerika Serikat (AS) berusia 31 tahun
yang pasangannya infertil. Eve, Kini Berusia 5 Tahun dan kini mulai menginjak
pendidikan Taman Kanak Kanak di pinggiran kota Bahama. Era manusia super
mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok manusia-manusia
super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal sekelas Carl Lewis
atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia super itu bakalan tetap
lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang beda hanya generasinya. Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah menghilangkan
ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun bisa diduplikasi.
Klaim Clonaid, perusahaan Bioteknologi di Bahama,
yang sukses menghasilkan manusia kloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve,
26 Desember 2002 lalu makin mendekatkan pada impian tersebut. Walaupun ini
masih sebuah awal. Clonaid adalah sebuah perusahaan yang didirikan sekte
keagamaan Raelians tahun 1997. Mereka mempercayai kehidupan di bumi diciptakan
mahluk angkasa luar melalui rekayasa genetika. Eve merupakan bayi pertama yang
lahir dari 10 implantasi yang dilakukan Clonaid tahun 2002. Dari 10 implan,
lima gagal. Empat bayi kloning lainnya akan dilahirkan tahun ini, bahkan bayi
kloning kedua akan lahir minggu ini. Clonaid berencana mengimplantasi 20 klon
manusia Januari ini. Pada saat bersamaan, para ahli independen akan diundang
untuk melihat prosesnya sehingga bisa menyaksikan bagaimana contoh kloning,
pertumbuhan embryo dan implantansinya. Soal kekhawatiran banyak pihak tentang
ketidaksempurnaan hasil kloning pada binatang yang dijadikan model pada kloning
manusia, Broisselier menandaskan, kedua prosedur itu tidak bisa dibandingkan.
Masalah yang timbul pada kloning binatang merupakan hasil
dari prosedur khusus yang digunakan ilmuwan untuk mereproduksi binatang. Jadi
bukan pada proses kloningnya. Kelahiran Eve merupakan sebuah kejutan.
Sebelumnya para ilmuwan bersiap menerima kelahiran bayi kloning pertama ‘karya’
dokter ahli kesuburan Italia, Dr. Severino Antinori, awal Januari 2003.
Menurut Antinori saat ini ada dua wanita lain yang
juga sedang mengandung bayi hasil kloning, dengan usia kandungan 27 dan 28
minggu. Namun ia menolak bertanggungjawab atas proses pengklonan terhadap kedua
wanita tersebut, walaupun ia bertindak sebagai penasehat. Antinori adalah ahli
kesuburan yang piawai. Ia telah mendeklarasikan keberhasilannya mengklon babi
dan primata dan berhasil menerobos prosedur fertilitas konvensional dengan
membuat seorang wanita hamil pada usia 62 tahun pada 1994. Kebanyakan ilmuwan
setuju, reproduksi manusia dengan cara kloning memang memungkinkan. Namun
mereka menekankan, eksperimen seperti itu tidak bisa dipertanggungjawabkan
karena tingginya resiko kematian dan gangguan pasca kelahiran. Ilmuwan Roslin’s
Institute, Ian Wilmut yang berperan dalam kelahiran Dolly menegaskan, kloning
pada manusia amat mengejutkan karena jumlah kegagalan yang tinggi dan kematian
pada bayi yang baru lahir.
Persepsi Dunia Mengenai
Kloning Manusia
Para penderita penyakit degeneratif otak seperti
selebritis Michael J Fox, yang menderita parkinson, sangat mengharapkan
dukungan Pemerintah Amerika untuk pengembangan teknologi ini. Namun, semua
kesulitan teknis dalam kloning reproduksi akan segera hilang begitu kloning terapi
sudah dikuasai dengan sempurna. Sekali mendapatkan embrio hasil kloning terapi,
kloning manusia pun terjadi hanya dengan mencangkokkan embrio itu kepada rahim
seorang perempuan.
Itu sebabnya negara-negara maju sangat berhati-hati
memberikan izin kloning terapi. Inggris, sebagai tempat lahirnya teknologi
kloning reproduksi adalah negara pertama yang memberikan izin kloning terapi
dengan syarat: embrio berusia 14 hari harus dimusnahkan. Begitu pula Jepang
yang baru menyusul kemudian. Tapi Amerika Serikat dengan dukungan kuat dari
lembaga-lembaga agama masih melarang total segala jenis kloning .
Ketika masalah kloning dibahas di PBB, Indonesia
merupakan salah satu dari 37 negara yang abstain dalam pemungutan suara atas
draf deklarasi Majelis Umum PBB pada 8 Maret 2005, yang berisi seruan larangan
bagi semua bentuk kloning manusia, termasuk kloning untuk keperluan medis.
Sebanyak 84 negara mendukung deklarasi tersebut, sedangkan 34 negara menentang.
Alasan Indonesia untuk bersikap abstain adalah karena masalah kloning tidak
dapat diputuskan dengan cara pemungutan suara. Harus dilakukan musyawarah
dengan memandang berbagai latar belakang dan sudut pandang, termasuk agama .
Keuntungan
Kloning Manusia
1.)
Memproduksi Organ Tubuh untuk Transplantasi.
Sampai sekarang ini, masalah transplantasi organ
masih kurang. Banyak orang yang sebenarnya organnya harus diganti tapi karena
kekurangan donor, maka terpaksa harus menunggu bahkan banyak diantara mereka
meninggal di dalam penantian. Misalnya, jenis penyakit leukimia tetentu hanya
bisa disembuhkan secara total dengan cangkok sumsum tulang belakang, banyak
diantara mereka yang meninggal di dalam penantian meskipun ada orang yang mau
mendonorkan belum tentu cocok bila dicangkokkan kerena ada reaksi negatif penolakan
dari tubuhnya.
Kloning dipandang sebagai salah satu alternatif yang
memungkinkan untuk mensuplai organ tubuh. Pada mulanya teknik ini terutama
dipikirkan bagi seorang anak/bayi yang memerlukan transplantasi supaya bisa
hidup. 0rang tua bisa mengklon dirinya dengan harapan bahwa anak hasil kloning
ini secara genetis tidak jauh berbeda dengan anak yang sakit itu dan dengan
demikian anak yang hasil kloning ini bisa mendonorkan bagian tubuhnya untuk
menyelamatkan anak yang sakit itu.
2.)
Menghindarkan Penyakit
Ada banyak sekali penyakit keturunan yang diturunkan
dari orang tua ke anak yang disebabkan oleh abnormalitas gen yang ada di dalam
sel orang tuanya. Masalah penyakit keturunan abormalitas gen dalam mitokondria
ini bisa dipecahkan dengan kloning, yakni dengan membuang mitokondria dari sel
telur yang abnormalitas gen itu dan memasukkan nukleusnya ke dalam sel telur
yang sehat, mitokondrianya lalu dikembangkan dalam medium sebelum akhirnya
diimplitasikan ke dalam rahim .
3.)
Menciptakan Manusia Unggul
Banyak orang menginginkan generasi setelahnya lebih
baik dari dirinya. Para pendukung kloning juga mencita-citakan untuk
menciptakan manusia atau ras unggul untuk memperbaiki ras manusia sekarang.
Mereka ingin mengklon manusia seperti Einstein, Newton, Aristoteeles, serta
pemenang nobel lainnya. Dunia akan menjadi semakin cepat maju dan berkembang
seandainya ada banyak orang jenius yang mengabdikan diri untuk perkembangan
IPTEK. Menunggu kelahiran manusia unggul macam ini dengan cara natural belum
tentu seratus tahun ada satu kali, padahal dengan kloning diperkirakan bahwa
orang jenius itu bisa diproduksi secara masal. Dengan cara ini kita tidak akan
pernah lagi kekurangan orang-orang jenius yang inovatif dan selalu menemukan
sesuatu untuk perkembangan manusia.
4.)
Menyediakan Bahan Riset
Dengan adanya kloning, bisa disediakan suplai bahan
riset yang mencukupi. Hal ini karena sel orang yang diambil untuk dikloning
sangat mudah tanpa orang itu merasa kehilangan. Serta dengan adanya persamaan
identitas biologi akan mempermudah melaksanakan analisis dan koreksi genetika
sehingga manusia yang akan lahir sehat dan bebas dari penyakit keturunan.
5.)
Bisnis
Kloning merupakan bidang usaha yang menjanjikan laba
yang sangat besar, karena beberapa kelebihannya. Namun, karena belum adanya
prospek bisnis dan izin yang jelas untuk saat ini, maka minat investor untuk
menanamkan modalnya masih belum banyak.
6.)
Immortalitas dalam Genetis Kloning bukanlah berarti keabadian terhadap
keseluruh tubuh, namun yang sama hanyalah sejauh hal-hal yang bersifat genetis.
Pribadi manusia sendiri merupakan percampuran dari faktor-faktor internal dan
eksternal. Jadi pikiran dalam otak dan perasaan dalam hati manusia selalu tidak
akan pernah sama.
7.)
Memecahkan Masalah Reproduksi
Kloning akan mampu melaksanakan emansipasi bagi kaum
wanita karena wanita mampu menghasilkan generasi penerusnya tanpa pengaruh dari
kaum laki-laki, sedangkan laki-laki tidak akan mampu tanpa bantuan perempuan
disebabkan laki-laki tidak memiliki rahim untuk perkembangan embrio. Hal ini
pun sangat membantu bagi pasangan homo (guy dan lesbian) untuk memperoleh
keturunan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar